Menikmati Nasi Penggel di Pejagoan, Sensasi Sarapan Legendaris Khas Kebumen
Menikmati Nasi Penggel di Pejagoan, Sensasi Sarapan Legendaris Khas Kebumen
Kecamatan Pejagoan tidak hanya dikenal sebagai wilayah yang kaya akan potensi budaya, tetapi juga memiliki warisan kuliner yang telah menjadi ikon Kabupaten Kebumen, yaitu Nasi Penggel. Hidangan tradisional ini hingga kini tetap menjadi menu sarapan favorit masyarakat dan menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Nama "penggel" berasal dari bentuk nasinya yang dibuat bulat-bulat kecil atau dikepal menyerupai bola pingpong. Nasi tersebut disajikan di atas pincuk daun pisang, dipadukan dengan sayur lodeh nangka muda, kikil atau paru sapi, tahu, tempe, telur, serta dilengkapi tempe mendoan. Perpaduan cita rasa gurih dan penyajian tradisional inilah yang menjadikan Nasi Penggel memiliki ciri khas tersendiri.
Meski belum memiliki catatan sejarah tertulis yang pasti, sejumlah sumber menyebutkan bahwa Nasi Penggel telah dikenal sejak masa perjuangan sekitar tahun 1948. Saat itu, masyarakat Kebumen menyiapkan nasi yang dibentuk bulat agar lebih praktis dibawa dan dibagikan kepada para pejuang. Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi sajian khas yang diwariskan secara turun-temurun hingga saat ini.
Pusat keberadaan Nasi Penggel yang paling terkenal berada di Dukuh Gunungsari, Desa Pejagoan, Kecamatan Pejagoan, tempat deretan penjual mulai membuka lapaknya sejak dini hari sekitar pukul 05.30 WIB. Setiap pagi, kawasan ini ramai dipadati pembeli dari berbagai daerah yang rela mengantre demi menikmati cita rasa autentik Nasi Penggel.
